June 24, 2024

My Blog

My WordPress Blog

Klub Liga Inggris yang Boros saat Bursa Transfer

Liga Inggris

Liga Inggris

Liga Inggris musim 2023/2024 akan dimulai satu pekan lagi. Klub-klub kontestan masih sibuk di jendela transfer untuk mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan.

Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi yang boros dan ugal-ugalan dalam berbelanja pemain baru di setiap bursa transfer. Premier League yang mendapat predikat sebagai liga terbaik di dunia, banyak klub sultan yang bersaing.

Berbicara aktivitas pada bursa transfer di Liga Inggris, bagi tim yang jor-joran tidak selalu membuahkan hasil positif ketika menghadapi persiangan di kompetisi.

Begitu juga sebaliknya, tim yang tidak terlalu royal ketika jendela transfer, justru mendapatkan hasil yang memuaskan ketika menghadapi kompetisi.

Berikut ini beberapa tim dalam sepanjang sejarah Liga Inggris, yang jor-joran saat bursa transfer, tapi malah tampil bapuk ketika kompetisi bergulir.

 

1. Tottenham Hotspur (Musim 2013)

Tottenham Hotspur kehilangan Gareth Bale dengan biaya rekor dunia pada musim panas 2013. Dana 90 juta pounds hasil penjualan kemudian digunakan untuk memborong pemain anyar.

Benar saja, Spurs mendatangkan pemain seperti Roberto Soldado, Christian Eriksen, Erik Lamela, Etienne Capoue dan Paulinho. Hingga akhirnya mereka tampil bapuk di Premier League.

Manajer Andre Villas-Boas akhirnya dipecat dan digantikan oleh Tim Sherwood saat Spurs tertatih-tatih finis di urutan keenam, babak belur di kompetisi Eropa maupun turnamen domestik.

2. Manchester United (Musim 2

Louis van Gaal menggantikan David Moyes sebagai bos Manchester United dan mendatangkan beberapa nama besar Eropa di musim panas 2014.

Angel Di Maria, Radamel Falcao, Ander Herrera, Luke Shaw, Marcos Rojo dan Daley Blind datang dengan reputasi alias nama besar. Tapi nyatanya tim Setan Merah tidak meraih trofi dan penampilan di bawah standar.

Untungnya MU masih punya Robin van Persie, Wayne Rooney dan Juan Mata saat itu. Finish di empat besar setidaknya tidak buruk-buruk amat.

3. Hull City (Musim 2014)

Hull City berstatus tim kuda hitam menyambut musim 2014/2015. Hingga akhirnya ia berbelanja pemain baru.

Manajer mereka saat itu, Steve Bruce memasukkan Harry Maguire, Abel Hernandez, Mohamed Diame, Hatem Ben Arfa (pinjaman), Andy Robertson, Gaston Ramirez, Robert Snodgrass dan duo Spurs Jake Livermore dan Michael Dawson pada bursa transfer.

Nyatanya Snodgrass, Ben Arfa, dan Hernandez tak bermain sesuai ekspektasi. Ben Arfa sangat mengecewakan dan Hull mengirimnya kembali ke Newcastle.

4. Everton (Musim 2017)

Everton di bawah kendali pelatih Ronald Koeman pada musim panas 2017 digelontor dana hingga 140 juta pounds untuk berbelanja pemain baru.

Kemudian The Toffees merekrut Jordan Pickford dan Michael Keane, serta Davy Klaasen dari Ajax dan memulangkan Wayne Rooney.

Namun hasil akhir berkata lain, Everton terpuruk di zona degradasi. Sang pelatih dipecat pada akhir Oktober.

Sam Allardyce datang sebagai penggantinya dan Everton finish di urutan delapan klasemen akhir.

5. Fulham (Musim 2018)

Pada musim panas 2018, Fulham mendapat kucuran dana lebih dari 100 juta pounds untuk belanja pemain baru dengan nama mentereng tentunya.

Pemenang Piala Dunia bersama Jerman, Andre Schurrle diikuti Aleksander Mitrovic, Alfie Mawson, Andre Franck Zambo-Anguissa dan lebih banyak lagi dalam pindah ke London barat.

Namun Fulham malah terdegradasi setelah finish di urutan ke-19. Mereka hanya memenangkan tujuh pertandingan dan kebobolan 81 gol.

Beberapa rekrutan itu mereka masih bertahan dan berhasil membawa Fulham kembali promosi di tahun 2022.

 

6. Arsenal (Musim 2019)

7. Manchester United (Musim 2021)

MU pada musim panas 2021 menandatangani Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane. Kemudian dana besar dirogoh untuk Jadon Sancho dari Dortmund.

Tapi tidak membuahkan hasil karena Man United mengalami musim terburuk mereka  Ronaldo tampil bagus, mencetak 24 gol di semua kompetisi, tetapi MU finisH di urutan keenam.